BNPT: Radikalisasi Anak di Dunia Digital Hanya 3–5 Bulan, Game Online Jadi Sarana Rekrutmen Kelompok Teroris

0
IMG-20260708-WA0021(1)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak dan generasi muda menjadi benteng utama dalam mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme di era digital. Melalui kegiatan Cross-Regional Event on Online Targeting of Children by Armed and Criminal Groups, Indonesia bersama komunitas internasional memperkuat kolaborasi untuk mencegah eksploitasi dan perekrutan anak oleh kelompok teroris maupun kelompok kriminal melalui ruang digital.

Kepala BNPT, Komjen Pol. Eddy Hartono, mengatakan ancaman terorisme saat ini terus berkembang secara adaptif. Jika sebelumnya kelompok teroris mengandalkan media fisik seperti selebaran, majalah, atau pertemuan langsung untuk menyebarkan propaganda, kini mereka memanfaatkan media sosial, aplikasi digital, hingga game online sebagai sarana penyebaran ideologi ekstrem.

Menurut Eddy, pola pergerakan kelompok terorisme juga berubah dari sistem komando yang terpusat menjadi jaringan yang lebih fleksibel melalui sel-sel kecil maupun pelaku individu (lone wolf), sehingga lebih sulit dideteksi.

Radikalisasi Kini Hanya Memerlukan Waktu 3–5 Bulan

BNPT mengungkapkan bahwa berdasarkan data bersama Densus 88 Antiteror Polri, proses radikalisasi melalui ruang digital kini berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Jika sebelumnya proses tersebut membutuhkan waktu bertahun-tahun, kini seseorang, khususnya anak-anak dan remaja, dapat terpapar paham radikal hanya dalam kurun waktu tiga hingga lima bulan melalui media sosial maupun game online.

Beberapa waktu lalu, aparat Densus 88 Antiteror Polri juga berhasil mengungkap jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diduga melakukan proses radikalisasi terhadap sekitar 110 anak di berbagai daerah melalui media sosial dan permainan daring.

Temuan tersebut menjadi peringatan bahwa anak-anak dan remaja kini menjadi kelompok yang paling rentan menjadi sasaran propaganda kelompok ekstremis.

Indonesia Perkuat Strategi Pencegahan

Dalam menghadapi ancaman tersebut, Indonesia menerapkan strategi yang mengacu pada Global Counter-Terrorism Strategy Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mencakup empat pilar utama, yakni mengatasi akar penyebab terorisme, mencegah dan memerangi terorisme, memperkuat kapasitas negara, serta menjamin penghormatan terhadap hak asasi manusia dan supremasi hukum.

Selain itu, BNPT juga mengimplementasikan tujuh pilar pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang meliputi kesiapsiagaan nasional, kontra-radikalisasi, deradikalisasi, penegakan hukum, perlindungan dan pemberdayaan masyarakat, kerja sama dan kemitraan, serta kerja sama internasional.

Satgas Kontra Awasi Konten Radikal di Ruang Digital

Sebagai bagian dari strategi nasional, BNPT membentuk Satgas Kontra yang bertugas memetakan platform digital, konten, hingga pola penyebaran narasi radikal yang berpotensi memengaruhi masyarakat, khususnya generasi muda.

Langkah tersebut bertujuan menjaga ruang digital tetap sehat, aman, produktif, serta mencegah penyalahgunaan media digital sebagai sarana perekrutan anggota kelompok ekstremis.

BNPT juga menegaskan bahwa penguatan kontra-radikalisasi merupakan bagian dari agenda prioritas nasional yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden.

Melalui forum internasional tersebut, Indonesia bersama berbagai negara menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan kerja sama lintas negara, pertukaran informasi, serta strategi berbasis bukti untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang tanpa mengenal batas wilayah.

BNPT berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan komunitas internasional dapat memperkuat ketahanan generasi muda dari paparan paham radikal serta menjaga Indonesia tetap aman menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *