Sestama BNN Resmi Tutup Latsar CPNS 2026, Tekankan Integritas ASN dalam Pemberantasan Narkotika
BOGOR – Sekretaris Utama (Sestama) Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Tantan Sulistyana, secara resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) BNN Tahun Anggaran 2026 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Lido, Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026).
Upacara penutupan dihadiri para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama BNN, Kepala PPSDM BNN, tenaga pelatihan, serta tamu undangan. Kegiatan tersebut menandai berakhirnya rangkaian pembentukan kompetensi dasar bagi CPNS sebelum mengemban tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan BNN.
Dalam sambutannya, Tantan Sulistyana menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif sebagai ASN, tetapi menjadi fondasi utama dalam membangun karakter, integritas, profesionalisme, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Menurutnya, para peserta telah memperoleh bekal pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai dasar ASN yang akan menjadi pedoman dalam menjalankan tugas, khususnya di bidang pemberantasan narkotika yang memiliki tantangan semakin kompleks.
“Pemerintah memiliki visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045. ASN dituntut untuk mengimplementasikan core values BerAKHLAK dan menjadikan semangat ‘Bangga Melayani Bangsa’ sebagai landasan dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Tantan Sulistyana.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai BerAKHLAK yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif harus menjadi budaya kerja seluruh ASN, termasuk di lingkungan BNN.
SDM Berintegritas Jadi Kunci Indonesia Bersinar
Tantan menambahkan, visi BNN mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar) untuk SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai melalui sumber daya manusia yang kompeten, disiplin, berintegritas, berani, serta memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan tugas.
Ia menjelaskan bahwa para peserta Latsar tahun ini dipersiapkan untuk bertugas di lingkungan Deputi Bidang Pemberantasan, sehingga akan menghadapi tantangan yang dinamis, mulai dari penegakan hukum, perkembangan modus operandi kejahatan narkotika, hingga jaringan sindikat yang terus berkembang.
Karena itu, setiap ASN baru dituntut memahami regulasi secara komprehensif, menjunjung tinggi hak asasi manusia, bekerja secara profesional, serta menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Tiga Peserta Terbaik Raih Penghargaan
Pada kesempatan tersebut, Sestama BNN memberikan penghargaan kepada tiga peserta terbaik yang berhasil lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
Ketiga peserta tersebut berasal dari Direktorat Intelijen BNN, yaitu:
- Bintang Samudra – Peringkat I
- Clarissa Komalasari – Peringkat II
- Rifki Putra Yusal – Peringkat III
Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi dan memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung tugas BNN.
Mengakhiri sambutannya, Tantan mengingatkan bahwa seragam yang dikenakan setiap personel BNN bukan hanya simbol kewenangan, tetapi juga amanah besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
“Ingatlah bahwa seragam yang Saudara kenakan bukan hanya melambangkan kewenangan, tetapi juga tanggung jawab yang besar kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Jagalah integritas dan peliharalah kepercayaan publik,” tegasnya.
Penutupan Latsar CPNS BNN Tahun Anggaran 2026 menjadi awal pengabdian para ASN baru dalam memperkuat upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Dengan SDM yang profesional, berintegritas, dan berkompeten, BNN diharapkan semakin optimal mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar) serta mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.
