DDOS Adalah

Apa itu DDOS? Ciri Serangan DDOS dan Cara Mengatasinya

Widya Web

DDOS adalah singkatan dari Distributed Denial of Service. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia maka berarti Penolakan Layanan Terdistribusi. Intinya, istilah ini digunakan untuk menjelaskan sebuah serangan yang terjadi pada jaringan internet.

Serangan ini menyerang lalu lintas jaringan internet yang ada pada serverm sistem maupun jaringan. Dan biasanya serangan ini dilakukan dengan memanfaatkan beberapa komputer host penyerang sehingga komputer tidak bisa diakses lagi.

Apa itu DDOS?

Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat di atas, bahwa DDOS ini sendiri merupakan sebuah serangat yang biasanya dilakukan oleh para hacker. Mereka sering sekali menggunakan serangan ini untuk mengerjai targetnya.

Serangan DDOS adalah sebuah serangan yang memiliki banyak sekali jenis namun yang paling utama serangan ini menggunakan konsep yang sangat sederhana. Yakni hanya dengan cara membuat lalu lintas server menjadi berjalan dengan lambat.

Karena jaringan diberikan beban yang sangat berat. Hal ini mengakibatkan server tidak mampu lagi menampung koneksi yang berasal dari user lain. Fenomena ini biasa disebut dengan istilah overload.

Cara DDOS Attack adalah dengan mengirimkan request menuju ke server. Dan hal ini tidak hanya dilakukan sekali saja. Namun dilakukan berulang kali secara terus menerus. Dengan menyelipkan transaksi data yang besar.

Tujuannya tentu untuk membebani server sehingga berjalan lambat atau bahkan erorr. Keberhasilan DDOS Attack tergantung pada teknik yang digunakan. Karena serangan ini memiliki banyak sekali teknik yang bisa diterapkan.

Selain itu yang paling memberikan pengaruh terbesar tentu saja adalah kemampuan server dalam menampung semua request yang diterima. Beserta dengan kinerja dari firewall yang digunakan.

Baca juga:  Apa itu E-Commerce? Pengertian dan Manfaat untuk Bisnis

Apakah dapat bekerja dengan baik pada saat terdapat request yang dianggap sangat mencurikan. Jika kedua hal tersebut dapat ditembus maka serangan ini pun tak akan pernah bisa terelakkan.

Serangan DDOS Terbesar Dalam Sejarah

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap tahun percobaan yang dilakukan untuk melancarkan serangan ini semakin meningkat. Apalagi kini pelakunya bukan hanya user atau hacker yang tengah mencari perhatian dan pengakuan dari banyak orang atas keberhasilannya.

Namun sekarang serangan ini juga digunakan atas dasar politik. Selain itu serangan ini juga dilakukan dengan motif kejahatan contohnya untuk mengganggu stabilitas server. Bahkan ada yang melakukannya untuk dapat mencuri data.

Selain mengetahui pengertian DDOS, penting juga bagi kamu untuk mengetahui serangan terbesar yang terjadi sepanjang sejarah. Salah satunya adalah peristiwa yang terjadi pada tahun 2013 lalu.

Peristiwa ini adalah salah satu yang terbesar dan paling diingat sepanjang sejarah. Sebab serangan DDOS attack adalah salah satu yang paling besar karena mencapai puncak tertinggi hingga 400 Gbps.

Serangan ini membuat Github tidak dapat diakses dalam beberapa menit. Serangan ini sendiri disebut sebagai serangan Spamhaus.

Kemudian di tahun 2014 terjadi lagi serangan yang terjadi pada salah satu klien Cloudflare. Serangan ini memiliki kekuatan hingga 33% lebih besar dari serangan sebelumnya.

Tak hanya kedua serangan itu saja, pada tahun 2015 juga kembali terjadi sebuah serangan paling besar sepanjang sejarah. Akibat serangan ini, hampir semua layanan BBC menjadi lumpuh dan tak bisa diakses.

Semua domain tidak bisa dibuka dan layanan On-Demand serta radio pun mati total. Akibat serangan ini, Github juga terkena imbas dengan menjadi salah satu korban.

Baca juga:  Apa itu PHP? Pengertian dan Keuntungan Menggunakan PHP

Selanjutnya tahun 2018 terjadi sebuah serangan yang tidak kalah besar. bahkan diklaim 3 kali lebih dahsyat dari serangan sebelumnya. Pada kejadian ini Github diserang hingga mencapai puncak tertinggi transaksi data mencapai 1.35 Tbps.

Angka tersebut pastinya sangat fantastis ya. Karena serangan tersebut berasal langsung dari ribuan ASN atau Autonomous System. Dan berada di puluhan titik akhir yang unik.

Serangan ini sendiri bekerja dengan memanfaatkan penyalahgunaan instance memchache yang aksesnya diperoleh lewat akses internet dengan menggunakan UDP publik.

Cara Kerja DDos dan Tujuannya

Serangan ini sendiri menggunakan konsep yang amat sangat sederhana. Yakni dengan membanjiri lalu lintas jaringan dengan menggunakan banyak data. Konsep ini pun dibagi ke dalam 3 tipe penggunaan, berikut penjelasannya:

  1. Request Flooding
    Menggunakan teknik untuk membanjiri jaringan dengan memberikan banyak request sehingga akan memberikan akibat yang cukup fatal. Yakni pengguna lain yang terdaftar tidak akan mendapatkan pelayanan.
  2. Traffic Flooding
    Kemudian ada traffic flooding yang merupakan suatu teknik yang bekerja dengan cara membanjiri lalu lintas jaringan dengan menggunakan data dalam jumlah yang melimpah. Sehingga membuat server menjadi terbebani dan berat.
    Sehingga membuat pengguna lain tidak bisa dilayani dan mengakibatkan koneksi terputus.
  3. Teknik Mengubah Konfigurasi
    Teknik ini adalah mengubah sistem konfigurasi. Atau bisa juga dilakukan dengan cara merusak komponen beserta dengan server. Teknik ini masuk ke dalam tipe denial of service.
    Namun karena teknik mengubah konfigurasi DDOS adalah salah satu teknik yang cukup sulit untuk digunakan, sehingga tidak banyak orang yang mau menggunakannya.

Ciri-ciri Serangan DDOS Web

Untuk mengetahui apakah website sudah mengalami serangan ini maka bisa dilihat dari ciri-ciri di bawah ini:

Bandwidth mengalami lalu lintas yang amat sangat padat dan hal ini terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Baik pada saat akan melakukan download atau akan melakukan upload.

Baca juga:  API adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Terjadi secara tiba-tiba dan juga berlangsung secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Apabila targetnya merupakan VPS maka bisa jadi konsumsi bandwidth ini pun akan mencapai pada batas penggunaannya, sehingga tak bisa diakses.

Kemudian jika Load CPU menjadi sangat tinggi. padahal tidak ada proses yang sedang dieksekusi dan membuat kinerjanya menurun. Sehingga website tidak bisa diakses.

Apabila sistem sedang berada pada penyedia layanan VPS maka kadangkala ada yang menyediakan layanan informasi. Apabila sewaktu-waktu terjadi aktivitas yang cukup mencurigakan pada server.

Cara Mengatasi Serangan DDOS

Untuk mengatasi serangan ini maka kamu bisa menanggulanginya dengan cara berikut:
Memperbarui sistem operasi ke versi yang paling baru agar menutupi bagian bagian yang rentan yang kerap kali dijadikan sebagai pintu masuk untuk akses yang ilegal.

Dengan melakukan pembatasan akses dari dan ke sistem. Hal ini dilakukan agar dapat menyaring trafik data yang masuk dan keluar pada komputer. Maupun server yang kamu pergunakan.

Apabila serangan sudah terlanjur terjadi maka kamu bisa menggunakan Smurf, kamu bisa mencoba untuk mengatasinya dengan mematikan broadcast addres yang ada pada router sementara saja.

Selain itu kamu juga bisa melakukan penyaringan maupun pembatasan pada permintaan ICMP yang ada pada settingan firewall.

Cara terakhir adalah dengan menggunakan perangkat tambahan. Perangkat yang bisa kamu gunakan adalah perangkat lunak yang sangat berguna untuk sistem yang kamu miliki.

Meskipun sangat berbahaya namun DDOS adalah salah satu serangan yang bisa kamu antisipasi dan bisa kamu cari bagaimana cara menyelesaikan masalah. Jika suatu saat kamu terkesa serangan ini.

Artikel terkait

Bagikan:

Widya Web

Widya.id merupakan situs era digital yang membahas berita teknologi, gadget, internet, komputer, tips & trick.

Leave a Comment