Sopir Truk Meninggal Saat Antre Solar di SPBU Banyuasin, Diduga Kelelahan Menunggu Berjam-jam
WIDYA – Seorang sopir truk berusia sekitar 50 tahun ditemukan meninggal dunia saat mengantre bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di SPBU Rejodadi, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Rabu (8/7/2026). Korban diduga meninggal akibat kelelahan setelah menunggu dalam antrean panjang di tengah terbatasnya pasokan solar.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di balik kemudi truk yang dikendarainya. Warga dan pengemudi lain kemudian berupaya memberikan pertolongan sebelum korban dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, aparat kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara mengarah pada kondisi kelelahan yang dipicu lamanya waktu menunggu dalam antrean pengisian solar bersubsidi.
Petugas juga menemukan sejumlah minuman ringan di dalam kabin truk yang diduga dikonsumsi korban selama menunggu giliran mengisi bahan bakar. Sejumlah sopir di lokasi mengaku antrean telah berlangsung sejak malam hari karena pasokan solar terbatas, sementara kebutuhan kendaraan logistik tetap tinggi.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti dampak kelangkaan solar bersubsidi di sejumlah daerah. Antrean panjang di berbagai SPBU tidak hanya menghambat distribusi logistik, tetapi juga meningkatkan risiko terhadap keselamatan dan kesehatan para pengemudi yang harus menunggu berjam-jam.
Sebelumnya, antrean panjang BBM juga terjadi di sejumlah SPBU di Provinsi Jambi. Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi, khususnya sopir angkutan barang, agar memperhatikan kondisi kesehatan saat mengantre dalam waktu lama. Pengelola SPBU juga diminta mengatur sistem antrean secara tertib serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran distribusi solar bersubsidi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya ketersediaan pasokan energi bagi sektor transportasi. Selain menjaga kelancaran distribusi barang, pengelolaan distribusi BBM yang baik juga diperlukan untuk meminimalkan risiko yang dapat mengancam keselamatan para pengemudi di lapangan.
