Relawan MBG Garut Sampaikan Delapan Tuntutan di DPRD, Penyebutan Ayat Al-Qur’an dalam Orasi Picu Perdebatan Publik
GARUT – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Kabupaten Garut menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Garut, Senin (6/7/2026). Aksi yang diikuti perwakilan relawan dari berbagai kecamatan tersebut bertujuan menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan dan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perhatian publik tertuju pada salah satu orasi dalam aksi tersebut ketika seorang orator mengutip Surah Al-Baqarah ayat 168 sebagai bagian dari pandangannya mengenai pentingnya konsumsi makanan yang halal dan baik (thayyib). Menurut orator, nilai yang terkandung dalam ayat tersebut selaras dengan tujuan program penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan beragam tanggapan di ruang publik. Sebagian pihak memandang penyebutan ayat tersebut sebagai bentuk penyampaian nilai moral, sementara sebagian lainnya menilai penggunaan dalil keagamaan dalam konteks kebijakan publik perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda di masyarakat.
Delapan Aspirasi Disampaikan kepada Pemerintah
Dalam aksi tersebut, Aliansi Relawan MBG menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah. Beberapa di antaranya meliputi permintaan agar keberlanjutan Program MBG mendapat kepastian, dorongan penyusunan payung hukum yang lebih kuat, evaluasi tata kelola program, peningkatan kesejahteraan relawan, kejelasan regulasi operasional, hingga evaluasi terhadap kebijakan yang berkaitan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Relawan menyatakan bahwa penyampaian aspirasi tersebut bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Demonstrasi Memasak untuk Edukasi Publik
Sebagai bagian dari aksi, relawan juga menggelar demonstrasi memasak atau live cooking di lokasi. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai proses penyajian makanan yang memenuhi standar kebersihan dan gizi sesuai dengan ketentuan program.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi turut menyaksikan kegiatan tersebut, yang berlangsung bersamaan dengan penyampaian aspirasi di depan gedung DPRD.
Perdebatan di Media Sosial
Setelah video orasi beredar luas di media sosial, muncul berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian pengguna media sosial menyampaikan dukungan terhadap aspirasi relawan, sementara lainnya mengkritisi penggunaan ayat Al-Qur’an dalam konteks pembelaan terhadap suatu program pemerintah.
Perbedaan pandangan tersebut memunculkan diskusi mengenai batas antara penyampaian nilai-nilai keagamaan dan komunikasi kebijakan publik. Sejumlah pengamat menilai bahwa ruang demokrasi memungkinkan masyarakat menyampaikan pendapat, namun penggunaan simbol atau dalil agama dalam diskursus publik perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak menimbulkan polarisasi.
Fokus pada Evaluasi Program
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok sasaran yang telah ditetapkan. Seiring pelaksanaannya, berbagai masukan dan kritik dari masyarakat maupun relawan menjadi bagian dari proses evaluasi yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program.
Perdebatan yang muncul setelah aksi di Garut menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap implementasi MBG. Di sisi lain, substansi mengenai kualitas layanan, tata kelola, akuntabilitas anggaran, serta manfaat nyata bagi penerima program tetap menjadi aspek utama yang perlu terus dievaluasi oleh seluruh pemangku kepentingan.
