Prabowo Tegaskan Kemandirian Energi Sejak Sebelum Jadi Presiden, B50 dan Gas Andaman Jadi Penguat

0
IMG-20260711-WA0015(1)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa upaya mewujudkan kemandirian energi telah menjadi arah kebijakannya sejak sebelum menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Menurut Prabowo, komitmen tersebut kini diwujudkan melalui berbagai program strategis, mulai dari implementasi Mandatori Biodiesel B50 hingga pengembangan potensi energi nasional seperti penemuan ladang gas besar di kawasan Andaman.

“Dari sejak saya belum dilantik jadi presiden kepada tim inti saya, tim penasihat saya, selalu saya tekankan harus swasembada pangan, harus swasembada energi. Tidak boleh impor BBM, tidak boleh impor pangan,” kata Prabowo saat meluncurkan Mandatori Biodiesel B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026).

Prabowo menyebut keberlangsungan sebuah bangsa sangat bergantung pada kemampuan menyediakan kebutuhan dasar secara mandiri, terutama pangan, energi, dan air.

“Tanpa tiga-tiga ini, suatu bangsa sulit untuk survive. Sulit untuk kita berdaulat, sulit untuk kita sejahtera, sulit untuk kita makmur,” ujarnya.

B50 Jadi Langkah Kurangi Ketergantungan Impor Energi

Presiden mengatakan pemerintah terus mendorong pemanfaatan sumber daya dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi dari luar negeri.

Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendorong penerapan biodiesel hingga tingkat B100. Namun setelah melalui kajian pemerintah, penerapan B50 dinilai sudah mampu menjadi langkah besar untuk menghentikan impor solar.

“Bahkan pada saat itu saya mendorong ke arah B100. Tapi menteri-menteri saya meyakinkan saya, Pak, dengan B50 saja, kita sudah tidak impor solar lagi dari luar negeri,” katanya.

Program B50 diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi industri kelapa sawit Indonesia.

Ladang Gas Andaman Perkuat Potensi Energi Nasional

Selain biodiesel B50, Prabowo juga menyoroti potensi besar sumber daya gas nasional setelah ditemukannya ladang gas besar di wilayah Andaman, Aceh.

Menurutnya, Indonesia masih memiliki cadangan energi yang sangat besar di berbagai wilayah, seperti Masela, Natuna, Kalimantan, dan kawasan lainnya.

“Kita memiliki cadangan gas yang sangat besar. Baru saja kita menemukan ladang gas sangat besar di Andaman. Kita masih punya ladang yang sangat besar di Masela, di Maluku Barat Daya, di Natuna, di Kalimantan,” ujar Prabowo.

Penemuan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam memperkuat kemandirian energi serta mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Menuju Indonesia Swasembada Energi

Dengan kombinasi kebijakan B50 dan pengembangan sumber energi baru, pemerintah optimistis Indonesia dapat mempercepat pencapaian swasembada energi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga memastikan sejumlah proyek energi strategis terus didorong, termasuk pengembangan proyek gas besar Abadi Masela yang ditargetkan memasuki tahap konstruksi pada 2027.

Ke depan, kebijakan energi nasional diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mandiri dalam sektor energi.

Prabowo optimistis dengan pengelolaan sumber daya alam yang tepat, Indonesia mampu berdiri lebih kuat dan berdaulat melalui kemandirian pangan, energi, dan sumber daya strategis lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *