UE Tegaskan Risiko Hantavirus Andes bagi Warga Eropa Sangat Rendah, Pengawasan Tetap Diperketat

0
IMG-20260707-WA0008(1)

BRUSSELS – Komisi Eropa menegaskan bahwa risiko penyebaran Hantavirus Andes kepada masyarakat Eropa dari kasus yang berkaitan dengan kapal pesiar MV Hondius berada pada kategori sangat rendah. Penilaian tersebut mengacu pada analisis ilmiah dari European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan bahwa virus ini memiliki kemampuan penularan antarmanusia yang sangat terbatas.

Hantavirus Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia. Meski demikian, penularan hanya dapat terjadi melalui kontak fisik yang sangat erat dan berkepanjangan, terutama dalam lingkungan tertutup atau kontak intensif dengan penderita. Berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia, virus ini tidak mudah menyebar secara luas di masyarakat apabila langkah-langkah pencegahan infeksi diterapkan secara konsisten.

Faktor penting lainnya yang membuat risiko di Eropa tetap rendah adalah tidak ditemukannya reservoir alami virus Andes di kawasan tersebut. Virus ini secara alami dibawa oleh spesies hewan pengerat tertentu yang hidup di Amerika Selatan. Karena spesies pembawa virus tersebut tidak hidup di Eropa, peluang virus membentuk siklus penularan baru di lingkungan setempat dinilai sangat kecil.

Meski demikian, otoritas kesehatan di berbagai negara Eropa tetap menjalankan langkah-langkah kewaspadaan sebagai bagian dari sistem deteksi dini penyakit menular. Sejumlah penumpang dan kru yang memiliki riwayat paparan menjalani pemantauan kesehatan, karantina sesuai prosedur, serta pelacakan kontak untuk memastikan tidak terjadi penyebaran lanjutan.

Komisi Eropa menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap disarankan mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan. ECDC dan WHO akan terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan negara-negara anggota untuk memastikan setiap potensi risiko dapat ditangani secara cepat dan efektif. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga keamanan kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran penyakit lintas negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *