WHO Resmi Nyatakan Wabah Hantavirus di MV Hondius Berakhir, Karantina 42 Hari Selesai
GENEVA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan wabah Hantavirus Andes yang terjadi di kapal pesiar ekspedisi MV Hondius telah berakhir pada 2 Juli 2026. Keputusan tersebut diumumkan setelah masa pemantauan dan karantina terhadap seluruh kontak terakhir selesai tanpa ditemukannya kasus baru sejak 25 Mei 2026.
Wabah ini menjadi perhatian dunia karena melibatkan virus Andes (Andes hantavirus), satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui memiliki kemampuan menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan berkepanjangan. Sepanjang kejadian, tercatat sebanyak 13 kasus, terdiri atas 12 kasus terkonfirmasi dan satu kasus probable, dengan tiga pasien dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, lebih dari 650 orang yang memiliki riwayat kontak berhasil diidentifikasi dan dipantau oleh otoritas kesehatan lintas negara.
Kasus bermula saat MV Hondius berlayar dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026. Gejala pertama dilaporkan muncul pada 11 April, kemudian jumlah kasus terus bertambah hingga pertengahan Mei. Dalam proses penanganannya, kapal sempat bersandar di St. Helena sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tenerife, Spanyol, untuk mengevakuasi penumpang dan awak kapal sebagai bagian dari upaya pengendalian wabah.
Respons internasional dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai negara, termasuk Belanda, Inggris, Spanyol, Argentina, Chile, dan Afrika Selatan, melalui mekanisme International Health Regulations (IHR). Dua penerbangan evakuasi terakhir tiba di Pangkalan Udara Eindhoven, Belanda, pada 12 Mei 2026 dengan membawa enam penumpang dan 22 awak kapal. Seluruh penumpang menjalani pemeriksaan kesehatan, sementara fasilitas karantina disiapkan bagi mereka yang belum dapat kembali ke negara asal.
Setelah seluruh proses dekontaminasi, pembersihan, dan disinfeksi selesai dilakukan, MV Hondius kembali diizinkan beroperasi pada 30 Mei 2026. Pemerintah St. Helena juga mencabut status insiden besar terkait wabah tersebut pada 8 Juni 2026, sementara WHO akhirnya menetapkan wabah berakhir setelah masa observasi 42 hari selesai tanpa adanya penularan lanjutan.
Meski wabah telah dinyatakan selesai, WHO menegaskan bahwa penelitian terhadap virus Andes akan terus dilanjutkan. Organisasi tersebut kini mengoordinasikan studi internasional yang melibatkan 21 negara guna meningkatkan pemahaman mengenai karakteristik virus, memperkuat sistem deteksi dini, serta mendukung pengembangan metode diagnosis, terapi, dan vaksin untuk menghadapi potensi kejadian serupa di masa mendatang.
